Saturday, June 22

aku kenali dia .



permulaan sebagai seorang yang pelik , nekad untuk berkenalan . lantas sepucuk harapan ku nukilkan buatmu . melalui terbangan datang kepadamu . kau sambut elok dilipatan matamu . kau hulurkan sebalasnya kepadaku . kepingaan . bergelodak menunggu tingkah balasmu . sekali tegur kau bicara . ketap bibir hendak keruan . tapi terdiam sangkaan terjatuh . sangkanya kau kan kesombongan melihatku . kerna kekurangan tak kecukupan . mungkin taksama pilih hatimu . tapi kukuatkan tingkah kaki . pergi menghadapmu . pertama yang baik . tapi kurang enak dibenak perasaanku . mungkin gusar yang baru tak kekal lama harapnya . mulai itu . kuharap hanya lah sebuah tulisan persahabatan . 

tarikh keramat terlapik dibirai sejarah . kenangan mata bertatap pertama . biar baru setunasnya pohon . tak mustahil kan bercambah menjadi ranumnya buah . ku takuk satu dan satu . meniti jambatan yang tinggi tak tercapai . rendah tak terjejak . kukuatkan hati . bertapak indah dibalik riakmu . bertambah suka dan ceria . 

dalam kesulaman kenangan . tersadung nan batu . terhantuk kan kedinding . tika hujan tak selamanya hujan . tika panas tak kekering jadinya . aku kau dan perasaan . tak sama tika pertama . tak sehaluan tika pertengahan . kehujungan terasa . tapi kusahut enak bersama . kuselamatkan yang kejatuhan . kau tak terputus asanya . kau dan aku . tertaut dek keakraban . kerna persahabatan yang tersilap pandangan . orang melihat dan terkira . andai kau dan aku . berkira untuk berdua . bukan itu jadinya . bukan itu realitinya . 

kini . kau dan aku . masih selangkah . biarpun terkadang terjatuhan . kusambut erat dakapmu . elakkan kau kesunyian . begitu juga diriku . kita seiringan bertatih dalam dunia yang beronak liku . kutahu . hadirmu tika hatiku bermukim dihati yang lain . kusayang kucinta . takdir menyatukan persahabatan . hanya persahabatan .  hubungan ku tersadung kegaung . tiada kata dua untuk kekal . dia kehilir aku ke hulu . tak mungkin kan sejati . andai sudah ini takdirnya . tak kuhalang dia pergi . hilang kebayangan . kurindu . namun kuakur . bukan bidadariku . bukan ibu kepada benih suciku . bukan warisan untuk bekalku di surga .

selangkah berlalu kutitipkan selangkah lagi . berlalu angin dengan derunya . aku berlalu dari hidupnya . kutekad yang ternekad . bahawa tersurat kini tiada yang tersirat . hadapan . terus kedepan . memandang ke belakang hanya sekadar lirikan . tersenyum melihat . berpaling semula menapak lagi . alhamdulillah . bukan curiga bukan bisa yang miniti . yang menanti mungkin bahagia . mungkin tersisip duka . bisa hidup biar termancis perciknya api . terima kasih . terima kasih kenangan . terima kasih pengalaman . terima kasih .




1 comment:

Leyla said...

da berpusing ligat kepale ak . still x phm ap yg kau tulis . puisi bnyak sngt . boleh gnti A.Samad Said . hahaha